Hari Anak Nasional, Awasi ‘Keakraban’ Anak dengan Gadget

wawasan-anak.blogspot.com

 Sejarah
Hari Anak Nasional berawal dari gagasan mantan presiden RI ke-2 yang melihat
anak-anak sebagai asset kemajuan bangsa, sehingga sejak tahun 1984 berdasarkan Keputusan
Presiden Ri No. 44 Tahun 1984, ditetapkan setiap tanggal 23 juli sebagai Hari
Anak Nasional.

Anak
merupakan generasi yang akan meneruskan perjuangan bangsa di masa depan. Mereka
adalah asset bangsa. Merekalah yang akan menggantikan kita dikala tua dan generasi
yang dapat membuat harum nama Indonesia. Untuk itu kita sebagai orang tua harus
memberikan kualitas perlindungan dan pendidikan secara sungguh-sungguh. 
Melihat
fenomena yang terjadi di zaman modern seperti sekarang ini, khususnya anak-anak
dan remaja sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak? Tindak kekerasan yang
dilakukan oleh remaja merajalela, penindasan/bullying pada anak semakin
bertambah, tidak ada rasa hormat pada orangtua dan guru. Kita sebagai orang tua
hanya bisa pasrah dan mengelus dada.
Hal
itu memang sangat mungkin terjadi. Ditambah muncul alat elektronik yang canggih
dan luar biasa, ya smartphone yang kalo bahasa gaulnya gadget. Gadget adalah
alat elektronik yang sangat canggih yang bisa mengakses semua apa yang kita
inginkan. Perkembangan gadget saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa.
Semua anak anak maupun orang tua menggunakan gadget.  Anak-anak suka banget gadget,  mereka sibuk dengan gadgetnya masing-masing.
Dari melihat video, berfoto-foto, aktif di sosial media, permainan dan
lain-lain. Dulu, ketika anak rewel, orang tua biasa mengajaknya bermain dan
berinteraksi namun saat ini orang tua 
kebanyakan memilih memberi anak mereka gadget, sehingga mereka anteng
dan lebih senang dengan gadet mereka. Hal ini mengurangi interaksi antara
orangtua dan anak. Bahkan seringkali terlihat si kecil asik bermain dengan gadgetnya
saat makan bersama keluarga. Sikecil tampak lebih fokus pada gadget. Dan lebih memilih
bermain dengan gadget di bandingkan dengan permainan-permainan tradisional.
 
Berbeda
dengan zaman dahulu, sewaktu saya kecil, saya selalu bermain bersama
teman-teman sekitar rumah, kompak dan tidak menyendiri. Permainan gobak sodor,
bola bekel, lompat karet dan lainnya. Permainan itulah yang membuat anak-anak
dahulu sering tertawa riang, bergembira bersama-sama.
Saya
rasa hampir semua orang diberbagai penjuru dunia sudah memiliki gadget yang
bermacam-macam merk dan jenisnya dari yang murah sampai yang mahal.  Gadget tentu memiliki manfaat, antara lain membantu
menstimulasi imajinasi, membantu memperbaiki kemampuan mendengar mempelajari
suara-suara dan bicara serta dapat membantu daya pikir strategi anak . Asalkan
semuanya ini dibawah pengawaasan orangtua. Namun yang perlu diperhatikan oleh
orang tua, gadget memiliki banyak resiko negatif untuk anak-anak. Semakin kecil
usia anak, resikonya semakin besar. Resiko radiasi merusak pengelihatan anak,
kecanduan, jika si anak sudah kecanduan anak bisa lupa makan, bermain, dan
aktifitas lainnya. Lambat belajar, pada umumnya anak-anak menggunakan gadget
untuk nonton dan bermain. Nah jika anak terbiasa dengan hal itu anak jadi malas
belajar, susah nyambung dan merasa sulit untuk memahami pelajaran.
Kesimpulannya,
Hari Anak Nasional yang kita peringati setiap tahun harus bisa menjadi
pengingat bagi orangtua, keluarga, dan guru untuk menjaga anak dari dampak
buruk gadget. Jangan sampai anak kita lebih akrab dengan gadget dibandingkan
dengan kita, karena anak adalah asset yang paling berharga.
Semoga
bermanfaat 🙂

Tulisan
ini bertema Hari Anak Nasional sebagai tugas Kelas Menulis Blog Seru #2

6 tanggapan pada “Hari Anak Nasional, Awasi ‘Keakraban’ Anak dengan Gadget”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *