Waspada STUNTING pada Anak

setuju atau tidak, sehat itu sesuatu yang seringkali baru disyukuri saat tubuh sudah merasakan sakit. aku juga gitu soalnya Astagfirullaah… hehe
sebagaimana sabda nabi ” ada dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya  yaitu kesehatan dan waktu luang” (HR. Bukhari) semoga aku bukan manusia yang tertipu aamiin..
bismillah, pagi ini sabtu, 12 sep 2017 at Novotel aku dan kawan-kawan tapis Blogger mengikuti acara Flash Blogging dengan tema ” Gerakan Masyarakat hidup sehat dalam penurunan prevalensi stunting” kerjasama Dinas Keminfo Provinsi Lampung dan Ditjen Informasi Dan Komunikasi Publik” 
nah di acara ini Dr Marina Darayanti dari Kemenkes berbagi ilmu tentang prevalensi stunting, awalnya aku termasuk awam enggak tau apa itu stunting, ya allah kudet banget. mungkin juga tidak semua orang akrab dengan istilah stunting. padahal menurut Badan kesehatan dunia indonesia ada di urutan ke Lima jumlah anak dengan kondisi stunting. ngeri banget yaa..
nah ini penjelasan Dr Marina, stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan giz (gagal tumbuh)i, stunting terjadi mulai dari kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2/5 tahun. selain pertumbuhan terhambat stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang serta prestasi sekolah yang buruk.
 penyebab stunting
1. kurang gizi
2. tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori
3. perubahan hormon yang dipicu oleh stres
4. sering menderita infeksi diawal kehidupan seorang anak
 gejala stunting anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda untuk seusianya, berat badan rendah, pertumbuhan tulang tertunda. 
nah cara mencegah stunting waktu terbaik adalah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan anak. stunting diawal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa. melakukan aktifasi posyandu-posyandu dan pemberian pengetahuan tentang gizi anak, mulai dari makanan apa saja yang boleh untuk bayi di atas enam bulan, bagaimana tekstur makanan yang baik, berapa banyak yang harus diberikan, terutama ASI. selain itu untuk para ibu hamil diwajibkan periksa secara berkala dan diberi tablet penambah darah, tapi juga diberikan penyuluhan melalui kelas pendukung ibu. tujuannya agar ibu mengetahui perkembangan kehamilan nya dan bisa lebih enjaga kondisi kehamilannya. pasalnya, stunting sangat dipengaruhi oleh seribu hari pertama kehidupan dimulai dalam kandungan.
semoga bermanfaat 🙂 Like-Koment-Share ^_^

Leave a Comment