lembaga-sensor-film-republik-indonesia-tapis-blogger

Lembaga Sensor Film Republik Indonesia dan Tapis Blogger Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri

Hallo Assalamualaikum,

Gimana kabar teman-teman semua? semoga selalu dalam keadaan sehat.

Kembali lagi dengan aku novri, di dunia blog ceritanovri.com, semoga kalian selalu senang dengan info yang aku berikan yaa..

lembaga-sensor-film-republik-indonesia-tapis-blogger

Apapun yang diperbuat oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia didunia pada umumnya.

Yup, itu adalah quotes dari bapak Ki Hajar Dewantara. menarik bukan!

Bahwa pendengaran, pengelihatan, dan hati nurani akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir. termasuk apa yang kita tonton selama ini, ngeri euuyy..

Naaah, aku dan temen-temen Tapis Blogger sukses menggelar acara Talkshow Lembaga Sensor Film, mau tau gimana kesuksesan acara kami? mau tau sebernernya apa sih itu sensor mandiri?Β  mengapa perlu sensor mandiri?

TalkshowΒ Budaya Sensor Mandiri Republik Indonesia, Bijak Membentuk Generasi bersama Tapis Blogger

lembaga-sesor-film-republik-indonesia-tapis-blogger

Kamis, 11 oktober 2018 tepatnya di G’Ummati Cafe Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia bekerjasama dengan Tapis Blogger mengadakan talkshow bertema Budaya Sensor Mandiri, Bijak Membentuk Generasi.

Acara ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai utusan, ada mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, rumah film, dosen, dan UMKM Lampung.

Dalam berlangsungnya acara, materi dari mbak Putu Elly Prapti selaku sekretaris komisi 1 bidang penyensoran film dan dialog, saat ini lembaga sensor film Republik Indonesia sudah bekerja berdasarkan undang-undang nomor 33 tahun 2009.

Mbak putu Elly mengajak masyarakat untuk cerdas memilih tontonan sesuai kategori klasifikasi usia. karena anak-anak zan sekarang film yang laris rata-rata bergenre romace dan horor. malah, film berkonten positif dan edukatif mendapat sambutan yang kecil.

Materi ke 2 dari mbak Naqiyyah Syam (Founder Tapis Blogger) mari kita mulai budaya sensor mandiri dari diri kita sendiri dan keluarga.

Harapannya dengan adanya acara Talkshow ini peserta mampu memahami, bertanggung jawab bersama dengan pemerintah seperti LSF.

lembaga-sensor-film-republik-indonesia-tapis-blogger

Acara selanjutnya yaitu lomba foto live event diΒ  Ig, dan Blog karena acara ini dimeriahkan oleh para sponsor seperti Thasya Busana, Tumbler Al-Almitry, Papa Toms, Buku karya penulis anggota tapis Blogger, Voucher makan di G’Ummati Cafe, enaakkaaan? karena para peserta yang menang akan mendapatkan hadiah dari para sponsor ini.

And than kami pun foto bersamaaaa πŸ™‚

Mengenal Sensor Mandiri

Temen-temen udah pada tau belum apa itu sensor mandiri? awalnya aku juga bingung, aku pikir cuma sekedar nonton-nonton film gitu ternyataaa…

Sensor Mandiri adalah secara sadar dalam memilih dan memilah tontonan. mengapa kita perlu sensor mandiri? karena perkembangan dan perubahan teknologi.

Seiring perkembangan zaman, terjadi perubahan teknologi yang memberi dampak luas. dari alat komunikasi nenek moyang kita yaitu isyarat, lanjut melalui pos atau surat menyurat daan muncullah alat komunikasi seperti telepon, radio, faks, televisi dan beragam lainnya.

Kayak kita rasakan sekarang, mau ngapain aja bisa asalkan jangan gaptek yaaa…

Untuk memilah dan memilih tontonan kalian harus tau film untuk usia berapa, film tentang apa, bagaimana gambar adegan doalog dan suara dalam film, daaan yang terpenting apa hikmah yang dapat diambil dari film itu.

Karena banyak hal-hal yang harus diwaspadai didalam film, seperti pelecehan, penghinaan, penistaan, dan lain-lain.

Untuk itu, ayo saling mengingatkan dalam hal kebaikan. seperti dampingi anak saat menonton, pilih film yang sesuai, batasi jam menonton, mengingatkan hal-hal yang baik yang patut ditiru dan penanaman nilai-nilai positif.

 

Semoga bermanfaat

sampai berjumpa lagi dengan aku, salam Novri πŸ™‚

#TapisBlogger
#BloggerLampung
#LSFXLAMPUNG
#BudayaSensorMandiri .
Kegiatan ini disupport by :
@flpbandarlampung
@kopfi_lampung
@thasya_busana
@almitryindo
@keripikaromasejati
@perutbulatcaferesto
@papatomscafe
@famediapublisher
@gummati.cafe

18 tanggapan pada “Lembaga Sensor Film Republik Indonesia dan Tapis Blogger Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri”

  1. Semoga bisa menginspirasi masyarakat untuk selalu waspada dan tetap kritis. Terimakasih, tulisannya manis seperti penulisnya. πŸ™πŸ˜

    1. uniiiiiiiiii… jadi kangen kan. peluk dulu uni πŸ™‚ komenan uni aku doakan semoga masyarakat sadar akan pentingnya sensor film yg kita tonton. tetap waspada πŸ™‚

  2. Sukses ya acaranya sayang sekali Saya tidak bisa ikut padahal temanya seru banget nih tentang sensor Mandiri dalam menonton film, hmmm apalagi saat ini tayangan yang ada di televisi sangat sangat tidak mendidik untuk usia anak-anak dan semoga dengan adanya ulasan tentang sensor mensensor kita bisa memilah-milah dalam menonton tayangan yang ada di layar kaca televisi Karena untuk di daerah pedesaan masih banyak yang terpaku dengan televisi beda halnya dengan di perkotaan yang sudah jarang menonton TV melainkan streaming melalui internet.

  3. Ulasannya kece banget sih buku bendahara, memang kita perlu ya memberikan informasi kepada masyarakat lebih luas untuk budaya sensor Mandiri demi generasi kita ke depan

  4. Sensor mandiri memang perlu banget ya meskipun sudah ada lembaga sensor film yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mensensor film dan acara yang tampil di televisi.
    Saya setuju banget dengan tulisan diatas. Sensor mandiri itu harus memilih dan memilah. Apalagi dengan genggaman smartphone kita dengan beragam informasi. Yg kadang informasi itu bisa saja tidak bermanfaat untuk kita. Terutama untuk anak anak kita.

  5. Acaranya keren banget nih tapis blogger.
    Ilmunya pasti bakal berguna banget diaplikasikan ke generasi muda πŸ™‚
    pintar memilah dan memilih tontonan.

  6. Senang, ya, bisa ikut acara keren kayak gini? Jadi melek dikit tentang perfilman yang ikut berperan dalm mempengaruhi pembentukan karakter sebuah bangsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *